Makalah Patologi Agen Fisik

March 15, 2019 | Author: IcHa DaicHi Fuwa | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Penyakit yang disebabkan oleh Agen Fisik...

Description

BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.1 Lata Latarr Bela Belaka kang ng

Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negati negatiff terhad terhadap ap kehidu kehidupan pan manus manusia. ia. Peril Perilak aku u dan cara cara hidup hidup manus manusia ia utamanya utamanya pada perilaku dan cara hidup individu individu dapat merupakan merupakan penyebab  bermacam-macam penyakit baik di zaman primitif maupun di masyarakat yang sudah sangat maju peradaban dan kebudayaannya. Manusia Manusia dalam dalam lingkup lingkup sosial sosial memilki memilki banyak banyak masalah masalah-ma -masala salah h dalam dalam hal keseha kesehata tan n baik baik dalam dalam Biol Biologi ogis, s, kimia, kimia, fisik fisik,, peril perilaku aku,, social social  budaya, dan lain sebagainya. sebagain ya. Bermacam-macam kegiatan manusia yang tanpa di sadarinya dapat membahayakan membahayakan hidup mereka Sehingga masyarakat sangat rentan terkena penyakit yang menyebabkan sakit,dan itu semua di sebabkan karena tidak adanya kesadaran dari manusia itu sendiri, karena mereka tidak   begitu mempedulikan kesehatan mereka yang bisa mengakibatkan fatal dengan dengan alasan penyakit penyakit yang akan di timbulk timbulkan an baru akan muncul muncul dalam dalam  jangka aktu yang lama. Persepsi masyarakat mengenai terjadinya penyakit berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, karena tergantung dari kebudayaan yang ada dan berkembang dalam masyarakat tersebut. !amun secara garis  besarnya dalam mindset masyarakat ada " konsep penyebab sakit, yaitu#  !aturalistik dan Personalistik. Perso nalistik. Seti Setiap ap masy asyarak arakat at memi memili liki ki pola pola adat adat ista istada dat, t, lata latarr bela belaka kang ng  pendidikan, dan lapisan-lapisan atau kelas-kelas sosial yang berpengaruh terhadap penentuan penyakit. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang penyakit dan $gent $gent penyakit penyakitnya nya karena karena banyak banyak masyar masyarakat akat yang yang pengeta pengetahuan huannya nya tentang kesehatan masih kurang dan juga pendidikannya terbatas.

1.2 1.2 Tujuan juan

1|Page

%. &ntuk &ntuk Menge Mengetahu tahuii Penger Pengertia tian n $gen $gen 'isik  'isik  ". &ntuk &ntuk menge mengetahu tahuii Macam-M Macam-Macam acam $gen $gen 'isik  'isik  1.3 1.3 Rumu Rumusa san n Masal Masalah ah %. $pakah $pakah yang yang dimaksu dimaksud d dengan dengan agen agen fisik( fisik( ". $pakah $pakah macam macam-ma -macam cam penya penyakit kit akibat akibat agen agen fisik( fisik(

BAB II PEMBAHAAN

2|Page

2.1 Pengert!an Agen "!s!k  $gent fisik adalah agent tidak hidup bersifat fisik yang dapat

menyebabkan penyakit. $gent fisik terdiri dari suhu, kelembaban, kebisingan, radiasi, tekanan, panas, dan trauma mekanik )pukulan, tabrakan*. 2.2 Ma#am$Ma#am Agen "!s!k  ".".% Suhu Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. +ubuh manusia akan selalu berusaha mempertahankan keadaan normal dengan suatu system tubuh yang sempurna sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di luar tubuh tersebut. +etapi kemampuan untuk menyesuaikan dirinya dengan temperature luar adalah jika perubahan temperature luar tubuh tersebut tidak melebihi "  untuk kondisi panas dan /  untuk  kondisi dingin dari keadaan normal tubuh. 0eseimbangan panas suhu tubuh manusia selalu dipertahankan hampir konstan1menetap oleh suatu pengaturan suhu pada tubuh manusia. Suhu menetap ini adalah akibat keseimbangan antara panas yang dihasilkan didalam tubuh sebagai akibat metabolisme dan  pertukaran panas diantara tubuh dan lingkungan sekitar. 2alam hal ini darah sangat berperan dalam membaa panas dari tubuh dalam ke kulit sehingga panas dihamburkan kesekitarnya. $dapun suhu tubuh dihasilkan dari # %. 3aju metabolisme basal )basal metabolisme rate, BM4* di semua sel tubuh. ". 3aju cadangan metabolisme

yang

disebabkan aktivitas

otot

)termasuk kontraksi otot akibat menggigil*. . Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain, misalnya hormon pertumbuhan )groth hormone dan testosteron*. 5. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine, norepineprine, dan rangsangan simpatis pada sel. /. Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiai di dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun.

3|Page

Suhu tubuh manusia diatur oleh system thermostat di dalam otak  yang membantu suhu tubuh yang konstan antara 6./78 dan 9./78. Suhu tubuh normal manusia akan bervariasi dalam sehari. Seperti ketika tidur, maka suhu tubuh kita akan lebih rendah dibanding saat kita sedang bangun atau dalam aktivitas. 2an pengukuran yang diambil dengan berlainan posisi tubuh juga akan memberikan hasil yang  berbeda. Pengambilan suhu di baah lidah )dalam mulut* normal sekitar 9 78, sedang diantara lengan )ketiak* sekitar 6./ 78 sedang di rectum )anus* sekitar 9./ 78. :angguan kesehatan akibat suhu tubuh# %. 2emam 2emam dapat terjadi karena mekanisme pengeluaran panas tidak

mampu

untuk

mempertahankan

kecepatan

pengeluaran

kelebihan produksi panas, yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh abnormal. 2emam biasanya tidak berbahaya jika berada pada suhu di baah ;3-%, suatu polipetida yang  juga dikenal sebagai pirogen endogen. >3-% mempunyai efek luas dalam tubuh. at ini memasuki otak dan bekerja langsung pada area  preoptika hipotalamus. 2i dalam hipotalamus zat ini merangsang  pelepasan asam arakhidonat serta mengakibatkan peningkatan sintesis P:C-" yang langsung dapat menyebabkan suatu pireksia1 demam )3ukmanto, %;;A :elfand, et al, %;;=*. Secara skematis mekanisme terjadinya demam dapat digambarkan sebagai berikut # ):elfand, et al, %;;=*. Penyebab demam selain infeksi ialah keadaan toksemia, adanya keganasan atau akibat reaksi pemakaian obat

5|Page

sedangkan gangguan pada pusat regulasi suhu sentral dapat menyebabkan peninggian temperature seperti yang terjadi pada heat stroke, ensefalitis, perdarahan otak, koma atau gangguan sentral lainnya. Pada perdarahan internal saat terjadinya reabsorbsi darah dapat pula menyebabkan peninggian temperatur ) $ndreoli, et al, %;; *. 4eaksi tubuh terhadap stress pada keadaan injury akan menimbulkan peningkatan metabolic, hemodinamik dan hormonal respons )3ukmanto, %;;*. Peningkatan pengeluaran hormon katabolik )stress hormon* yang dimaksud adalah katekolamin, glukagon dan kortisol. 0etiga hormone ini bekerja secara sinergistik dalam proses glukoneogenesis dalam hati terutama berasal dari asam amino yang  pada akhirnya menaikkan kadar glukosa darah )hiperglikemia*. 'aktor lain yang

menambah pengeluaran

hormon katabolik 

utamanya katekolamin ialah dilepaskannya pirogen dapat merubah respon hiperkatabolisme dan juga merangsang timbulnya panas )3ukmanto, %;;A :insberg, %;;=*. . @ipotermia Pengeluaran panas akibat paparan terus-menerus terhadap dingin mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi panas, mengakibatakan hipotermia. @ipotermia diklasifikasikan melalui  pengukuran suhu inti# 4ingan# ni terutama mengacu pada bentuk  energi yang lebih rendah dari radiasi elektromagnetik )yaitu, gelombang radio, gelombang mikro, radiasi terahertz, cahaya inframerah, dan cahaya yang tampak*. 2ampak dari bentuk radiasi  pada jaringan hidup hanya baru-baru ini telah dipelajari. $lih-alih membentuk

ion

berenergi

ketika

meleati

materi,

radiasi

elektromagnetik memiliki energi yang cukup hanya untuk mengubah rotasi, getaran atau elektronik konfigurasi valensi molekul dan atom.  !amun demikian, efek biologis yang berbeda diamati untuk   berbagai jenis radiasi non-ionisasi. %. 4adiasi !eutron 4adiasi !eutron adalah jenis radiasi non-ion yang terdiri dari neutron bebas. !eutron ini bisa mengeluarkan selama baik  spontan atau induksi fisi nuklir, proses fusi nuklir, atau dari reaksi nuklir lainnya. >a tidak mengionisasi atom dengan cara yang sama  baha partikel bermuatan seperti proton dan elektron tidak  )menarik elektron*, karena neutron tidak memiliki muatan.  !amun, neutron mudah bereaksi dengan inti atom dari berbagai elemen, membuat isotop yang tidak stabil dan karena itu mendorong radioaktivitas dalam materi yang sebelumnya nonradioaktif. Proses ini dikenal sebagai aktivasi neutron. ". 4adiasi elektromagnetik 

14 | P a g e

4adiasi elektromagnetik mengambil bentuk gelombang yang menyebar dalam udara kosong atau dalam materi. 4adiasi CM memiliki komponen medan listrik   dan magnetik yang berosilasi  pada fase saling tegak lurus dan ke arah propagasi energi. 4adiasi elektromagnetik  diklasifikasikan frekuensi

gelombang,

jenis

ke

ini

dalam

termasuk

jenis

menurut

)dalam

rangka

 peningkatan frekuensi*# gelombang radio, gelombang mikro, radiasi terahertz, radiasi inframerah, cahaya yang terlihat, radiasi ultraviolet, sinar-  dan sinar gamma. 2ari jumlah tersebut, gelombang radio  memiliki  panjang gelombang  terpanjang dan sinar gamma memiliki terpendek. Sebuah jendela kecil frekuensi, yang disebut spektrum yang dapat dilihat atau cahaya, yang dilihat dengan mata berbagai organisme, dengan variasi batas spektrum

sempit ini.

CM

radiasi

membaa

energi

dan

momentum, yang dapat disampaikan ketika berinteraksi dengan materi. . 8ahaya 8ahaya adalah radiasi elektromagnetik   dari  panjang gelombang yang terlihat oleh mata manusia )sekitar 5-9 nm*, atau sampai =-9/ nm. 3ebih luas lagi, fisikaan menganggap cahaya  sebagai radiasi elektromagnetik  dari semua  panjang gelombang, baik yang terlihat maupun tidak. 5. 4adiasi termal 4adiasi termal adalah proses dimana permukaan memancarkan

energi

panas

dalam

bentuk

benda

gelombang

elektromagnetik . radiasi infra merah  dari radiator rumah tangga  biasa atau pemanas listrik adalah contoh radiasi termal, seperti  panas dan cahaya yang dikeluarkan oleh sebuah bola lampu pijar   bercahaya. 4adiasi termal dihasilkan ketika panas dari pergerakan  partikel

bermuatan

dalam

atom

diubah

menjadi

radiasi

elektromagnetik . :elombang frekuensi yang dipancarkan dari radiasi termal adalah distribusi probabilitas tergantung hanya pada

15 | P a g e

suhu, dan untuk benda hitam asli yang diberikan oleh hukum radiasi Planck . hukum Nien  memberikan frekuensi  paling mungkin dari radiasi yang dipancarkan, dan hukum StefanBoltzmann memberikan intensitas panas. Beberapa penyakit akibat radiasi# %. 4adiodermatitis 4adiodermatitis adalah peradangan kulit yang terjadi akibat  penyinaran local dengan dosis tinggi. 2imulai dengan tanda kemerahan pada kulit yang terkena radiasi, kemudian diikuti oleh masa tenang beberapa hari sampai  minggu baru kemudian muncul gejala yang khas tergantung dari dosis yang diterima. Patogenesis Mekanisme terjadinya kelainan kulit pada dermatitis kontak  alergi adalah mengikuti respons imun yang diperantarai oleh sel )cell$mediated immune respons* atau reaksi tipe >O. 4eaksi hipersensitivitas di kulit timbulnya lambat )delaed hpersensitivit *, umumnya dalam aktu "5 jam setelah terpajan dengan alergen. Sebelum seorang pertama kali menderita dermatitis kontak alergik, terlebih dahulu mendapatkan perubahan spesifik reaktivitas pada kulitnya. Perubahan ini terjadi karena adanya kontak dengan bahan kimia sederhana yang disebut hapten yang akan terikat dengan  protein, membentuk antigen lengkap. $ntigen ini ditangkap dan diproses

oleh

makrofag

dan

sel

3angerhans,

selanjutnya

dipresentasikan ke sel +. Setelah kontak dengan yang telah diproses ini, sel + menuju ke kelenjar getah bening regional untuk   berdeferensiasi dan berproliferasi membentuk sel + efektor yang tersensitisasi secara spesifik dan sel memori. Sel-sel ini kemudian tersebar melalui sirkulasi ke seluruh tubuh, juga sistem limfoid, sehingga menyebabkan keadaan sensitivitas yang sama di seluruh kulit tubuh. 'ase saat kontak pertama alergen sampai kulit menjadi sensitif disebut fase induksi atau fase sensitisasi. 'ase ini rata-rata  berlangsung selama "- minggu. Pada umumnya reaksi sensitisasi ini

16 | P a g e

dipengaruhi oleh derajat kepekaan individu, sifat sensitisasi alergen ) sensiti%er * , jumlah alergen, dan konsentrasi. Sensitizer kuat mempunyai fase yang lebih pendek, sebaliknya sensitizer lembah seperti bahan-bahan yang dijumpai pada kehidupan sehari-hari pada umumnya kelainan kulit pertama muncul setelah lama kontak  dengan bahan tersebut, bisa bulanan atau tahunan. Sedangkan  periode saat terjadinya pajanan ulang dengan alergen yang sama atau serupa sampai timbulnya gejala klinis disebut fase elisitasi, umumnya berlangsung antara "5-5= jam )2juanda $., %;;*. ". 0atarak  0atarak terjadi pada penyinaran mata dengan dosis diatas %,/ :ray ):y*, dengan masa tenang antara /  % tahun. Patogenesis 3ensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih, transparan, berbentuk kancing baju, mempunyai kekuatan refraksi yang besar. 3ensa mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona sentral terdapat nukleuas, di perifer ada korteks, dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior dan posterior. 2engan  bertambah usia, nucleus mengalami perubahan arna menjadi coklat kekuningan. 2i sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan posterior nucleus. Qpasitas pada kapsul posterior  merupakan bentuk katarak yang paling bermakna nampak seperti kristal salju pada jendela. Perubahan fisik dan 0imia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi, perubahan pada serabut halus multiple )zunula* yang memanjang daari badan silier ke sekitar  daerah di luar lensa Misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalami distorsi. Perubahan 0imia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi. Sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat

jalannya

cahaya

ke

retina.

Salah

satu

teori

menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influks air ke dalam lensa. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. +eori lain mengatakan

17 | P a g e

 baha suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Eumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia darn tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak  )>lyas S, "=*. . Sterilitas )kemandulan* Sterilitas dapat terjadi karena akibat penyinaran pada kelenjar  kelamin. Cfek berupa pengurangan kesuburan sampai kemandulan. Sel sperma yang muda lebih peka dari pada sel tua. $ktivitas  pembentukan sperma dapat mulai menurun pada dosis beberapa senti :ray )c:y*. 5. Sindrom 4adiasi $kut Sindrom 4adiasi $kut dapat terjadi setelah penyinaran seluruh tubuh dengan dosis lebih dari % :y yang diterima secara sekaligus dengan laju dosis yang cukup tinggi oleh radiasi yang  berdaya tembus besar. :ejala diaali dengan gejala tidak khas seperti mual dan muntah, demam, rasa lelah, sakit kepala serta diare, kemudian diikuti masa tenang selama " sampai  minggu. Pada masa ini gejala mereda, setelah masa tenang leat, maka timbul nyeri  perut, diare, perdarahan, anemia, infeksi bahkan kematian. Patogenesis 4adiasi terserap ke organ dalam. 4adiasi dari sinar  dan tindakan medis seperti 8+- scan terlalu rendah untuk menyebabkan seseorang terkena sindrom radiasi akut. Seseorang dikatakan menderita sindrom radiasi akut ketika dirinya terpapar radiasi selama beberapa aktu. Bisa saja dalam hitungan menit. :ejala aal dapat dirasakan  beberapa menit hingga beberapa hari setelah seseorang terpapar  radiasi. :ejala tersebut dapat berupa muntah-muntah, diare, dan mabuk atau pening. :ejala ini dapat berlangsung hingga hitungan hari. Setelah gejala aal hilang, seseorang kembali bugar. !amun, tak lama kemudian, orang tersebut akan menderita kembali. Bahkan, kali ini lebih parah. :ejalanya dapat berupa kelelahan, demam, kehilangan nafsu makan, muntah, dan diare. +ahap ini dapat

18 | P a g e

 berlangsung selama beberapa bulan. 0erusakan pada kulit akibat radiasi dapat timbul dalam hitungan jam. @al ini dapat bertahan hingga hitungan tahun, tergantung seberapa parah seseorang terpapar  radiasi. :ejalanya, kulit terasa perih dan bahkan terasa seperti terbakar. 4ambut pun dapat menjadi rontok akibat radiasi. +erpapar  radiasi dapat saja berujung pada kematian, tergantung tingkat keparahannya. Biasanya, pada banyak kasus, kematian terjadi  beberapa bulan setelah seseorang terpapar radiasi. 0ematian diakibatkan rusaknya tulang sumsum, infeksi, atau pendarahan. Seseorang yang selamat dari sindrom radiasi akut dapat terus merasakan gejala hingga dua tahun setelah terpapar. "."./ +rauma Mekanik  +rauma mekanik yang khas adalah fraktur tulang. Bila seseorang mempertahankan dirinya terhadap suatu pukulan mungkin os. &lnaris akan patah, tulang radius mungkin patah apabila seseorang yang jatuh menopang badannya dengan salah satu tangannya. +anda-tanda dari fraktur adalah#  !yeri pada pergerakan • Posisi tungkai yang abnormal • 'unctio laesa )fungsi terganggu* • Penderita tidak dapat menggunakan bagian tubuhnya yang terluka. mulailah

dengan inspeksi.

+ungkai

yang

patah

akan

memperlihatkan posisi yang abnormal )dislokasi*. Setelah beberapa saat akan timbul pembengkakan )tumor* karena darah mengumpul disekitar   jaringan fraktur. 3angkah berikutnya ialah meraba dan merasakan tungkai yang sakit )palpasi*. +ekanan yang ringan pada daerah yang fraktur akan menyebabkan rasa sakit. :ejala ini tidak spesifik. Sebelum zaman radiografi, gerakan yang abnormal disertai krepitasi harus ditemukan. Sejak adanya foto rontgen, prosedur yang menyakitkan ini tidak dibutuhkan lagi. 0ombinasi gejala-gejala yang tetap seperti yang kita temukan pada fraktur disebut suatu sindrom.

19 | P a g e

BAB III %EIMPULAN DAN ARAN 3.1 %es!m,ulan $dapun kesimpulan dari hasil pembahasan makalah ini yaitu # %. $gent fisik adalah agent tidak hidup bersifat fisik yang dapat

menyebabkan penyakit. $gent fisik terdiri dari suhu, kelembaban, kebisingan, radiasi, tekanan, panas, dan trauma mekanik )pukulan, tabrakan*. ". Macam-macam penyakit akibat agen fisik ada lima yaitu penyakit akibat suhu, kelembapan, kebisingan, radiasi dan trauma mekanik. Penyakit penyakitnya yaitu demam, hipotermia, hipertermia, katarak, dll. 3.2 aran 2isarankan kepada pembaca agar tidak mengambil sumber pengetahuan hanya dari makalah ini karena masih banyak literatur lain yang lebih baik dan makalah ini juga belum sempurna.

20 | P a g e

DA"TAR PUTA%A 2juanda $. %;;. &lmu 'enakit (ulit dan (elamin, Edisi (edua. 'akultas 0edokteran &niversitas >ndonesia, Eakarta. >lyas S. "=) &lmu 'enakit Mata) *rd edisi. Balai Penerbit '0&>. Eakarta. Mazida ulfah, "%%. Patogenesis 2emam )https#11id.scribd.com1doc1=;95;"51P$+Q:C!CS>S-2CM$M*. 2iakses  pada tanggal "6 Mei "%/, /# N>+$. Meinander $, +homas S. SoRderstroRm, 0aunisto $. et.al. "9.  +ever$ike  Hperthermia Controls - mphocte 'ersistence b &nducing   .egradation of Cellular +&'short /) -he 0ournal of &mmunolog, %9=# ;55/.  !elson, Prof. 2r. dr. Samik Nahab, S.P$ )k*,  Buku &lmu (esehatan 1nak 2ol)/ edisi /3, 'enerbit Buku (edokteran, Eakarta, %;;6. 4ice P, Martin C, Eu-4en @e, et.al 'ebrile-4ange  Hperthermia 1ugments  4eutrophil 1ccumulation and Enhances ung &njur in Experimental  5ram$4egative Bacterial 'neumonia. "/. +he Eournal of >mmunology, %95# 696=/ Susanti, Cma. "%. 'atogenesis Hipotermia. )http677 susantiema=.blogspot.com1"%1/1hipotermia.html*. 2iakses  pada tanggal "/ Mei "%/, %9# N>+$.

21 | P a g e

22 | P a g e

View more...

Comments

Copyright ©2017 chineseinfo.info Inc.
SUPPORT chineseinfo.info